Besikap Tegas, WH Laporkan Dugaan Kasus Pemotongan Dana Hibah Bantuan Pondok Pesantren ke Kejati Banten
Diketahui, Tahun 2020 PemprovBanten mengalokasikan bantuan dana hibah kepada 3.926 Ponpes di Banten senilai Rp. 117.78 miliar. Setiap Ponpes mendapatkan Rp30 juta.
"Yang laporin ke Kejati saya, catat. Begitu banyak informasi tentang pemotongan (dana hibah Ponpes), jangan sampai ke depan ada orang yang memanfaatkan, ada kelompok tertentu yang memanfaatkan," kata Gubernur Wahidin Halim di Kota Serang. Jumat, (9/4/2021).
Walaupun demikian, Mantan Walikota Tangerang ini enggan membeberkan rincian nilai bantuan dana per Ponpes yang diduga di sunat.
Yang pasti, Wahidin Halim memastikan pelaporan tersebut bertujuan untuk memberikan efek jera kepada pelaku agar tidak memanfaakan lagi dana bantuan ponpes.
"Kenapa dilaporin?, Supaya tidak ada informasi fiktif. Ke depan mau diberikan lagi termasuk kemarin memberikan bantuan Rp 500 ribu, ya harus diverifikasi dan validasi ada tangan tertentu yang punya kepentingan. Ini yang harus kita bereskan,"ungkapnya.
Dengan pelaporan itu, jelas WH, Pemprov Banten telah bersikap tegas untuk terus meningkatkan intergritas serta komitmen dalam pemberantasan korupsi.
"Ini menunjukan integritas bahwa itu akan kita bersihkan. Minta bantuan Kejaksaan, Polisi, bereskan proses secara hukum," jelasnya.
Wahidin meyakini, tidak ada pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Banten yang ikut bermain dipusaran pemotongan dana Ponpes.
Akan tetapi, jika dalam pemeriksaan kedapatan oknum ASN yang bermain maka aparat penegak hukum harus menuntaskan secara hukum.
"Akan kita lihat apakah pemeriksaan ada pemotongan. Ya sikat. Apakah itu pegawai negeri?, belum tentu. Apakah masyarakat kyai? Bukan, tapi ada orang yang memanfaatkan itu,"paparnya.
Mantan anggota DPR RI itu juga tidak segan-segan mengancam menyampaikan secara transparan apabila telah dilakukan pemeriksaan serta ditetapkan tersangka maka seluruh oknum akan dipampang dihadapan publik.
"Nanti kalau udah selesai pemeriksaan, saya akan sampaikan orang - orangnya. Kalau bisa fotonya dimuat, jangan pakai masker, jangan pakai tutup mata. Nih orangnya begini yang sering ngerjain gubernur kerjaanya,"tegasnya.
