Wapres : Teroris Hambat Pembangunan Peradaban Islam



Jakarta, Moal Laksana - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai contoh paling aktual dari cara berfikir radikal ialah teror bom bunuh diri."Peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, tindakan itu tidak sesuai dengan ajaran Islam",kata Ma'ruf Amin dalam sambutannya di acara webinar nasional IKADI-BNPT 2021 yang bertema Peran Dai dalam Deradikalisasi faham Keagamaan Indonesia. Minggu (4/4/2021).

Ma'ruf mengatakan, Islam tidak mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak (ikrahiyyan) di dalam dakwahnya dan juga di dalam memperjuangkan aspirasi melawan ketidakadilan.

"Karena Islam tidak mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak (ikrahiyyan) di dalam dakwahnya dan juga dalam memperjuangkan aspirasi melawan ketidakadilan," kata Ma'ruf 

Ma'ruf menilai, Islam justru mengajarkan cara yang santun (layyinan) dan dilakukan dengan nasihat yang baik (mau'izhah hasanah). Salah satunya dengan berdialog dengan penyampaian yang terbaik atau mujadalah billati hiya ahsan.

Oleh sebab itu, Ma'ruf menegaskan, aksi yang diklaim para teroris sebagai jihad adalah keliru dan berfikiran sempit. Selain itu, hal dilakukan para teroris ini menghambat upaya untuk membangun kembali peradaban Islam. 

"Cara berfikir sempit seperti itu, menghambat dan kontraproduktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek, dan bidang lainnya," tegasnya.

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta para pendakwah atau dai dapat menjalankan perannya dengan menyebarkan toleransi dan berfikiran terbuka di Indonesia tercinta ini. 

"Para da'i harus meneladani cara berfikir Rasulullah S.A.W dan tidak ikut dalam arus berfikir sempit, seperti fenomena yang muncul belakangan ini. Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata, atau percaya pada teori-teori konspirasi,"imbuhnya.

Postingan populer dari blog ini

Terungkap, Cara Zakia Aini Terduga Teroris Masuk ke Mabes Polri

2,5 Ton Sabu, Diedarkan Terpidana Mati di Balik Lapas

Polisi Terlibat Narkoba, Kapolri : Binasakan Saja